Senin, 07 Februari 2011

SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA Oleh : Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada Tuhan tak bisa bertamu

Dua

Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati

Tiga

Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita diajari mengenali-Nya
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah, kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna

Empat

Sangat mahal biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya kita zikirkan
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya

Lima

Masjid ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup mencopetnya
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya
Jika kita berumah di masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita

Enam

Masjid itu dua macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita bawa masuk kuburan
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya

Tujuh

Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala
Tetapi mereka yang sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan
Maka hanya bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat

Delapan

Bahkan seribu masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh kemesraan kembali
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil menggali penemuan model imamah

Sembilan

Seribu masjid dibangun
Seribu lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa depan kita cicilkan
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan kawruh
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan hikmah kepemimpinan
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!
1987

KETIKA ENGKAU BERSEMBAHYANG Oleh : Emha Ainun Najib

Ketika engkau bersembahyang
Oleh takbirmu pintu langit terkuakkan
Partikel udara dan ruang hampa bergetar
Bersama-sama mengucapkan allahu akbar
Bacaan Al-Fatihah dan surah
Membuat kegelapan terbuka matanya
Setiap doa dan pernyataan pasrah
Membentangkan jembatan cahaya
Tegak tubuh alifmu mengakar ke pusat bumi
Ruku' lam badanmu memandangi asal-usul diri
Kemudian mim sujudmu menangis
Di dalam cinta Allah hati gerimis
Sujud adalah satu-satunya hakekat hidup
Karena perjalanan hanya untuk tua dan redup
Ilmu dan peradaban takkan sampai
Kepada asal mula setiap jiwa kembali
Maka sembahyang adalah kehidupan ini sendiri
Pergi sejauh-jauhnya agar sampai kembali
Badan di peras jiwa dipompa tak terkira-kira
Kalau diri pecah terbelah, sujud mengutuhkannya
Sembahyang di atas sajadah cahaya
Melangkah perlahan-lahan ke rumah rahasia
Rumah yang tak ada ruang tak ada waktunya
Yang tak bisa dikisahkan kepada siapapun
Oleh-olehmu dari sembahyang adalah sinar wajah
Pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika
Hatimu sabar mulia, kaki seteguh batu karang
Dadamu mencakrawala, seluas 'arasy sembilan puluh sembilan
1987

BEGITU ENGKAU BERSUJUD Oleh : Emha Ainun Najib

Begitu engakau bersujud, terbangunlah ruang
yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud, setiap kali
pula telah engkau dirikan masjid
Wahai, betapa menakjubkan, berapa ribu masjid
telah kau bengun selama hidupmu?
Tak terbilang jumlahnya, menara masjidmu
meninggi, menembus langit, memasuki
alam makrifat

Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah, seketika
bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada
ridha Tuhan, menjelma jadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan
ke piring ke-ilahi-an, menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk
cinta kasih ke-Tuhan-an, lahir menjadi kumandang suara
adzan
Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkaulah masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang
Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang
didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau derakkan hatimu mencintai yang dicintai
Allah, engkaulah ayatullah
Ilmu pengetahuan bersujud, pekerjaanmu bersujud,
karirmu bersujud, rumah tanggamu bersujud, sepi
dan ramaimu bersujud, duka deritamu bersujud
menjadilah engkau masjid
1987

diantara..

Ini adalah dongeng klasik...tentang seorang lelaki yang tinggal bersama ibunya. Suatu ketika mengembaralah lelaki itu meninggalkan ibunya.berbekal harapan agar mendapat keadaan yang lebih baik dari saat ini. setelah berkelana..melalui perjalanan panjang penuh onak dan duri merambah hutan menuruni lembah dan mendaki gunung-gunung kehidupan..akhirnya singkat kata menjadilah dia seorang menantu sang raja.beristrikanlah pengembara itu seorang jelita parasnya. Keduanya hidup saling mengasihi...sampai mendadak ingatlah sang pengembara akan ibunya yang dia tinggalkan sendiri.. dijemputlah sang ibu...untuk tinggal bersama dalam istananya..
Nah..disinilah lelaki itu mulai bertemu dengan berbagai masalah yang rumit dan unik...
karena berbeda keadaan dan adat istiadat kebiasaan kadang sang istri lelaki itu tak cocok dengan perilaku sang ibu suaminya...terjadilah ..konflik kecil..sang ibu kadang menjelekkan sang istri dihadapan sang suami yang sesungguhnya adalah anaknya.. demikian pula sebaliknya
Si lelaki bingung..satu adalah wanita yang telah melahirkannya dan yang satunya adalah wanita yang dikasihinya dan telah melahirkan anak anaknya.
peristiwa itu berlangsung cukup lama sehingga cukup lama pulalah sang lelaki itu mengalami konflik batinnya.
sahabat pernahkah anda mengalami konflik seperti sang lelaki itu?.. atau..mengalami seperti istri sang lelaki itu?..atau mengalami seperti sang ibu?..
sahabat jika engkau sebagai sang lelaki itu aku sedikit memiliki saran untukmu
1. berdoalah kepada Tuhanmu karena dialah sesungguhnya yang membuat cerita ini dan yang mampu membuat cerita ini happy ending
2. cobalah untuk memahami bahwa sang ibu telah melahirkan, menyusui dan merawat, serta mencucikan bajumu di waktu kecil. dan Dia telah dilahirkan dalam zaman yang berbeda darimu..jadi tentu dsaja selera atau cara berfikirnya kadang tidak sama dengan mu..apalagi ditambah dengan perubahan fisik serta fungsi2 organnya yang semakin rapuh..semakin sedikit sahabtnya karena banyak yang telah pergi..jadi wajarlah kadang dia begitu berharap dan takut kehilangan kamu...dalam hal ini tak ada salahnya kau bersikap lebih sabar dan arif dalam mendengar terhadap
semua keluh-kesah.serta mungkin omelannya..karena kadang dia merasa kau masihlah bocah kecilnya yang kadang tak tahu apa-apa dan perlu petunjuknya.
3. berceritalah kepada istrimu..tentang kebaikan ibumu..serta ajaklah dia untuk memahami tentang pemikirannya..sehingga istrimu menjadi lebih memahami mertuanya ..dan bisa bersikap sabar atas semua sikap mertuanya itu...tentu saja ketrampilanmu.dalam memilih suasana ,serta kata-kata menjadi sangat berarti ketika engkau hendak menjelaskan ini.
4 Terakhirlah..tetaplah mendoakan keduanya..serta yakinlah semua akan berakhir indah...tentu saja ini tidak mudah tapi tetaplah yakin..Ok.

Jika pernah atau tengah mengahadapi konflik ini sebagai sang istri lelaki itu.aku memiliki sedikit saran untukmu..
1. Terus berdoa agar hatimu dilapangkaNya..serta berdoalah untuk suamimu..karena sesungguhnya ia benar-benar berada pada posisi yang sangat sulit.
2. Fahamilah bahwa ibu suamimu telah banyak berbuat untuk suamimu..melahirkan serta menyusui dan merawatnya sejak kecil..jadi tak ada salahnya kau berbagi dengannya bukan...fahami juga bahwa dia telah dilahirkan lebih dulu zamannya darimu tentulah banyak hal yang kurang bersesuaian denganmu yang dilahirkan dalam zaman sesudahnya..apalagi banyak pula berkurang kesehatan fisik maupun psikisnya..jadi bersabarlah atas semua kata-kata serta sikapnya..dan jangan lupa Doanya serta restunya atas keberhasilansuamimu sangatlah besar..serta itu juga berakibat pada kelangsungan kesejahteraan dirimu dan anak2mu...dan jangan lupa pula kelak kita pun akan menjadi seorang mertua bagi anak-anak kita.
3. Tetaplah bersabar..dan teruslah berdoa...Karena Dia sesuai prasangka hambaNya.
Jika Engkau adalah seorang ibu dalam masalah ini..saranku..Fahamilah..bahwa anak-anakmu telah tumbuh besar..dia telah memiliki berbagai tugas serta keperluan yang banyak..sesuai dengan fungsinya sebagai lelaki..sebagai suami serta ayah bagi anak-anaknya..Doakan dia..restuilah dia..sayangilah istrinya karena jika kau benci maka anakmu pun akan sedih karena wanita itu adalah ibu dari anaknya..
Kau hanya tinggal berdoa serta melihat buah dari benih yang kau rawat dulu.



By.. Ayah Ifor & Bia

Jumat, 04 Februari 2011

bayangan

Banyak orang gelisah...terhadap apa yang dibayangkannya..entah itu sesuatu yang bersifat peristiwayang belum terjadi ataupun pernah terjadi dimasa lalu...
Seseorang gelisah...kira-kira bagaimana ya..jika nanti aku jadi menikah dengan si A..
padahal gaji ku lebih banya dari dia ..konon kata orang kalau istri lebih tinggi gajinya daripada suami ..biasanya akan bikin suami minder lalu terjadi banyak masalah yang komplek..
da lagi yang gelisah...bagaimana nanti ya jika sudah menikah sementara jarak bekerja saya dan istri saya saling berjauhan di luar kota atau pulau...kira-kira apa bisa langgeng...
ada lagi yang gelisah..bagaimana saya mesti berhadapan dengan mertua saya apalagi tinggal bersama dalam satu rumah..
sangat banyak orang gelisah terhadap apa yang mereka bayangkan sendiri...dan uniknya semua itu tidak atau belum terjadi...
betapa banyak kejadian yang sering terjadi..dihadapan kita dan uniknya kita malah tak pernah membayangkan sebelumnya...
ada yang bilang sungguh saya tak pernah membayangkan akan menikah dengan si B..padahal dulu malah saya pacaran dengan sahabatnya...dan si B ini malah mak comblangnya...
sungguh saya tak membayangkan akan bekerja sebagai ini atau itu tapi justru itu yang terjadi..
sahabat cobalah hadapkan sebuah benda atau diri anda ke dinding...ketika lampu sedang menyala....lihatlah ada bayanan didinding sana...
waspadailah,,,kadang bayangan itu lebih gelap dari aslinya bukan...
jadi berhentilah membayangkan...
apalagi membayangkan yang tidak-tidak....

by ..ayah ifor.& Bia

Selasa, 01 Februari 2011

jarit

tatap kain jarit batik sidomukti...
setelah motifnya apa yang kau lihat..
perhatikan serat benangnya..
ada yang vertikal.
ada yang horisontal...
ada yang tumpang tindih
karena vertikal dan horisontal menumpang dan menindih..
jadilah sebuah kain jarit...

kalau kau bisa memahami syukurlah..kalaupun tidak juga tak apa-apa

kopi....

Sudah dua hari ini seorang sahabat begitu setia mengunjungiku mulai pagi hingga siang.
dan tema pembicaraan yang dibawanya pun tetap itu-itu juga...anak- dan istrinya agak sulit untuk diberi nasehat..
dan lucunya lagi....setiap kedatangan sahabatku ini berjarak hanya 20 menit-30 menit akan disusul seorang tamu guru yang juga mengusung tema yang sama..muridnya bandel dan agak sulit dinasehati...keduanya sudah brupaya tapi tetap saja belum membuahkan hasil...
aku cuma mendengar saja..dan ku biarkan mereka berdua kadang asyik berdiskusi sendiri..lalu kutinggal diam-diam kebelakang....aku berpesan pada istriku untuk membikinkan minuman kopi tanpa gula...
kopi tanpa gula itu lalu kusuguhkan pada kedua tamuku itu..
"Sebelumnya..mohon dimaafkan gulanya habis jadi mungkin kopi ini agak pahit...jadi aku harap kalian bisa memakluminya..."'kataku pada mereka sambil meletakkan kopi itu dihadapan mereka...
" Ah, Tak apa-apa.malah kami sangat sungkan telah merepotkanmu..!" jawab mereka.

Setelah mereka meminum kopi itu baru aku bicara...
" Sesungguhnya masalah kalian ini sama ..tak lebih hanya cara menyampaikan saja yang belum ketemu...,coba kalian lihat .Aku tahu kalian tak suka kopi pahit ..tapi dengan teknik santun saat menawarkan toh kopi itu akhirnya kalian minum juga.." tukasku..
senikmat apapun kopi yang ku bikinkan jika waktu menyuguhkannya aku bersikap kasar dan masam ..aku yakin kalian tak akan meminumnya..atau kalaupun meminumnya tentu dengan hati yang agak mendongkol,bukan..?
Begitu pula nasehat..jika disampaikan dengan lembut..tentulah pasti akan diterima...
Lihat para wali-wali zaman dahulu ketika menyampaikan nasehat mereka mngubahnya dalam bentuk seni tembang...seni wayang...
cara kedua...kalaulah kalian bertemu dengan orang jepang jangan ajak bicara mereka dengan bahasa jawa Kromo Inggil..tentu jadinya runyam...begitu juga dengan dengan nasehat..hendaklah kalian gunakan dengan bahasanya..bukan bahasa kalian...
ketiga..coba kalian lihat kataku sambil mengambil sebuah cermin kecil...lalu kutatapkan pada mereka...Dalam bahasa jawa..Cermin dinamakan juga dengan Koco-Roso
.
dan apapun yang ada depannya pastilah akan tergambar sama persis dalam cermin...artinya gunakan rasa..ketika berbicara dengannya...semua manusia punya rasa..merasa marah ketika dibentak , merasa nyaman ketika diberi senyuman atau diperlakukan dengan kata-kata lembut..coba kalian evaluasi 3 teknik ini apa sudah pernah kalian coba apa belum...
dan yang terpenting ..cobalah mengaji pada penjual jamu..."kataku..
Jika engkau menjual jamu sementara tubuh kalian tampak lelah kurus dan batuk-batuk,..lalu pakaian kita kumal dan lusuh apakah jamu yang kita jual akan laku..?
tentu saja tidak.
Begitu pula sebuah nasehat yang kita berikan tetapi kita sendiri malah tak menjalaninya..yaa jadinya kita akan sulit untuk didengar oleh yang kita nasehati..
setelah semua teknik itu selesai kalianfahami ada satu lagi ...tetaplah berdoa memohonkan mereka ..karena hidayah tetap bermuara padaNya..

by ayah ifor & Bia..jam 00.28