Tampilkan postingan dengan label prosaning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prosaning. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Juli 2012

Senter Mbah Waskito

Sudah sangat lama aku memperhatikan kebiasaan Mbah Waskito seorang lelaki tua yang hidup tiga generasi dikampungku.
Dulu ketika mendiang ayahkku masih hidup beliau pernah berpesan padaku agar jangan bersikap tidak sopan terhadap mbah waskito, apalagi ikut berprasangka buruk  terhadap kelakuannya yang kadang unik..karena kata ayahku ada beberapa sikap "nyleneh" dari Mbah Waskito yang mesti difahami dengan bahasa perenungan yang khusus, baru sikapnya yang unik itu bisa difahami;sebagai sebuah pesan yang bijak.
 Berpedoman dari nasehat inilah yang membuat aku selama tiga bulan ini diam-diam memperhatikan kebiasaan ganjil mbah warsito;
 Yaa Mbah Warsito selama tiga bulan ini tak peduli siang atau malam tak pernah lupa membawa senter  ditangannya.' Yang lebih unik lagi kadang Ia menyorotkan senter yang dibawanya  ke wajah seorang yang tengah melamun di pinggir jalan,
kadang ditengah kerumunan anak-anak muda atau ibu ibu yang lagi asyik ngobrol  tiba-tiba mbah Waskito menyorotkan senternya. Pernah terjadi ketika ada dua orang yang tengah bertengkar mendadak Mbah kita ini muncul dan menyorot wajah ke dua orang itu..Tentu saja Mbah Warsito di caci maki habis-habisan oleh orang-orang itu... Dan Mbah Warsito cuma tersenyum lalu pergi dengan santainya.
Suatu ketika aku mendapat kesempatan bertemu dengannya di pinggir jalan, langsung saja ku sapa dan kucium tangannya serta kuajak mampir kerumah.
Setelah berbasa-basi sejenak  aku menanyakan kebiasaannya yang suka membawa senter itu.
Sambil tersenyum Mbah Waskito ini kemudian menerangkan bahwa senter itu adalah alat yang mampu membantu kita untuk memperhatikan lebih jelas keadaan yang ada di sekitar kita ketika suasana gelap.Sehingga kita tidak gampang terpeleset, atau salah lihat didalam gelap.
Serupa itu pulalah Akal manusia. Akal adalah anugerah Alloh untuk manusia agar tidak mudah jatuh kedalam kegelapan dorongan hawa nafsunya.
Dengan akal manusia bisa menganalisa, memilih ataupun merubah keadaan yang kurang baik atau membingungkan  dirinya.
Seperti hanya senter kadang ada yang mudah dinyalakan karena kita tahu tombol mana yang harus ditekan untuk menyalakannya.
 Tetapi ada pula yang sudah punya senter malah kebingungan ketika kegelapan datang padanya..pasalnya karena begitu paniknya ia terhadap kegelapan yang datang sampai sampai ia lupa kalau punya senter yang bisa membantunya untuk tidak terlalu bingung berada dalam kegelapan.
Aku hanya terdiam mendengar uraian Mbah Waskito..
"Tapi Mbah, Kenapa Mbah juga membawa senter itu pada siang hari?  kan itu kurang berguna karena siang hari matahari begitu terang sehingga kita tidak begitu perlu santer..?," celetukku,
" Oh itu hanya agar aku tidak lupa kalau aku punya akal.!" ,jawab Mbah Waskito kalem. sambil berlalu pergi..meninggalkanku.

--------By ayah Ifor Bia------

Selasa, 07 Juni 2011

Rasa....ku...rasamu rumangsaku...rumangsamu...

Rasa adalah sesuatu yang ada tapi sulit untuk dinyatakan dengan tepat dalam bentuk kata..tetapi ia ada....
Sahabat...pernahkah anda sedih...senang..? tentu kita semua pernah mengalami tetapi tingkatan rasa senangku dan senangmu tentu saja berbeda dalam setiap kondisi.
senang ketika kita diterima bekerja..tentu berbeda dengan senang ketika kita mendapat hadiah ulang tahun dari sahabat tercinta ketika kita ulangtahun.
Rasa yang kita rasakan ketika kita punya uang 5juta dan kita sedekahkan 100 ribu tentu berbeda dengan rasa yang kita rasakan ketika kita punya uang 10 ribu dan kita sedekahkan 7 ribu...
Rasa yang kita peroleh ketika kita sholat diwaktu tengah malam setelah kita menaklukkan ngantuk kita tentu berbeda dengan rasa ketika kita sholat diwaktu biasa..
Nilai rasa yang kita peroleh tentu berbeda ketika kita mendapat kecelakaan secara spontan Lalu mengucap Alhamdulillah dengan ketika kita mengucap hamdalah dalam keadaan setelah makan kenyang,

Sahabat...pernahkah kamu memperhatikan ketika kita memasak sayuran ?
yaa proses memasak itu sesungguhnya adalah proses meninggikan mutu rasa sayuran itu..
Dan betapa kita kadang tidak menyadari kadang juga menyadari betapa dalam kehidupan kita Tuhan sering memasak ..memanaskan rasa kita dengan berbagai ujian sehingga mutu rasa kita semakin tinggi..semakin bermutu...semakin sabar..semakin pengertian dll.



by ayah ifor..

Rabu, 20 April 2011

Ulat Bulu

Wabah ulat bulu.... begitulah berita yang ada dan ramai dibicarakan orang....
semua pada heboh,,ada yang mengulas dengan nada agak horor.ini tanda-tanda dunia akan berakhir..ada lagi yang mengatakan ini kutukan..dan macam-macamlah
Ulat bulu adalah sebuah pelajaran dari Tuhan buat kita...begitu banyak manusia yang bersikap seperti ulat bulu bergerak hanya dengan perutnya..merayap.. semua hidupnya hanya digerakkan oleh dan berdasar akan kepentingan perutnya dan apa yang ada dibawah perutnya..nafsu syahwat. Hari-demi hari tema hidupnya hanyalah bagaimana bisa makan siapa yang bisa dimakan tanpa mau tahu makanan apa yang dimasukkan dalam perutnya..bagaimana cara mendapatkannya apakah menyakiti dan merugikan orang lain ataukah tidak...
ini gambaran manusia ulat bulu... bisa jadi Tuhan tengah menyentuh hati nurani kita apakah kita cuma akan tetap begini saja... ataukah tidak
Tuhan menawarkan pada kita perubahan bahwa ulat bulu bisa menjadi kupu-kupu dengan syarat berproses metamorphosis dulu..dalam bahasa santri bisa dinamakan proses riyadoh.. mengendalikan diri...sehingga kemudian menjelma menjadi manusia kupu-kupu .. manusia yang mampu menangkap sari peristiwa dalam kehidupan yang kemudian lebih dikenal dengan nama hikmah



by ayah ifor and bia

Kamis, 14 April 2011

Cita-Cita

Suatu sore ketika tengah duduk diruang tamu sambil minum kopi tiba-tiba anakku datang dan menanyakan apakah aku mempunyai cita-cita waktu kecil....aku jadi tersenyum-senyum sendiri..
Aku yakin kita semua ketika kecil bahkan waktu setelah kecil pun pasti punya cita-cita.
Padahal kalau kita mau merenungkan apa sih sebenarnya cita-cita itu..
kita akan mengetahui bahwa cita-cita tak lain adalah gambaran tentang suatu keadaan yang kita persepsikan sendiri akan mendatangkan rasa yang menyenangkan dibanding keadaan saat ini.
Contoh Ada orang yang bercita-cita ingin menjadi kaya raya, setidaknya jauh lebih kaya daripada keadaannya sekarang, berarti dia ini mempersepsikan bahwa harta kekayaan itulah yang dianggapnya akan mendatangkan kesenangan dalam hidupnya.
Ada pula yang bercita-cita untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi daripada sekarang, tentu saja cita-cita itu muncul karena dianggap bahwa hal itu akan mendatangkan kesenangan dalam hidupnya.
Padahal, apakah kekayaan dan kedudukan itu pasti mendatangkan kesenangan? Jawabnya belum tentu...
Ada memang yang bisa merasa senang, akan tetapi juga akan muncul cita-cita yang lain sebagai tandingannya. Yang jelas, tidak akan mendatangkan kebahagiaan melainkan munculnya keinginan yang lain!
Dan seperti dapat dilihat dari bukti sehari-hari, yang dikejar-kejar yang masih merupakan cita-cita itu hanyalah merupakan kesenangan yang pada kenyataannya tidaklah seindah dan sekemilau seperti yang dibayangkannya.
Setelah yang dikejarnya itu dapat, maka apa yang didapat itu hanya mendatangkan kesenangan sepintas saja, lalu membosankan, karena mata kita sudah melihat lagi jauh ke depan, kepada yang kita anggap lebih menyenangkan lagi,Dan itu terjadi berulang kali
Pengejaran terhadap apa yang kita anggap lebih menyenangkan inilah yang justru membuat kita tidak pernah dapat merasakan keindahan saat ini dan tidak pernah dapat menikmati keadaan saat ini. Kita hanya menikmati bayangan-bayangan indah dari cita-cita atau ambisi itu saja...
sahabat.. Alloh sebagai Sang Maha Mencipta sekaligus Maha Mengetahui jauh-jauh hari telah mengajari pada kita melalui sholat yang diperintahkanNya pada kita...
perhatikan kata ketiga dari bacaan doa antara dua sujud dalam sholat kita..
Robbighfirlii,..warhamnii..wajburnii......Yaa Tuhanku..ampuni aku, belaskasihi aku..serta cukupkanlah aku...
Yaa karena hanya dengan rasa cukup itulah maka kita akan mampu merasakan ketentraman dalam batin kita.



by ayah ifor ....

Sabtu, 12 Maret 2011

Lukisan yang salah

Aku mempunyai seorang kawan yang sangat ahli dalam melukis serta menilai sebuah lukisan, anggap saja dia bernama Gito.
Suatu hari dia datang menemuiku sekedar bercakap-cakap membicarakan tentang seni lukis dan beberapa hal tentang para seniman...tiba-tiba Gito bertanya apakah aku mempunyai sebuah lukisan dari hasil karyaku sendiri,ternyata diam-diam temanku Gito ini tau bahwa aku juga suka melukis.Cuma sayangnya aku tidak memiliki banyak koleksi lukisan pasalnya banyak lukisanku yang telah jadi pasti diambil kawan-kawanku yang lain, kata mereka untuk kenang-kenangan.
Aku bilang aku belum membikin lukisan.
Setelah kami ngobrol banyak eh,kawanku Gito ini meminta ijin hendak sholat.Lalu,aku menunjukkan tempat di mana dia bisa berwudhu dan menunjukkan kamar atas yang biasanya aku gunakan untuk shalat.
Ketika si Gito selesai berwudhu dan kulihat dia menaiki tangga menuju kamar atas mendadak aku teringat bahwa justru di kamar atas itulah aku memasang sebuah lukisan hasil karyaku yang kuanggap kurang bagus.
Lukisan itu adalah gambar seorang gadis tengah membawa sebuah bejana air.Ketika melukis aku melakukan kesalahan dalam menghitung jarak antara kedua matanya.Bagi seorang pelukis atau yang telah mendalami teori seni lukis pasti tahu bahwa jarak antara kedua mata adalah sama dengan satu mata.
Seorang pelukis atau yang ahli dalam melukis pasti tahu hanya dengan melihat sekilas saja bahwa lukisanku memiliki kesalahan dalam menentukan jarak tersebut.Tapi,bagi mereka yang tak memahami seni lukis dan tak memiliki kecermatan dalam mengamati sebuah lukisan, pasti tidak akan tahu letak kesalahan lukisanku itu .

Kesalahan dalam melukis itu selalu menggangguku sehingga aku merasa malu untuk menunjukkan lukisan itu, Setiap aku menatap lukisan itu aku selalu terpaku pada kesalahan jarak antara mata itu.
Aku menganggap lukisan itu adalah lukisan terburuk yang pernah aku buat tapi aku merasa sayang untuk membuangnya makanya lukisan itu kutaruh di dinding antara tangga dan pintu masuk kamar atas atau mushollah. Dengan harapan tak terlalu diperhatikan orang.
Sesudah shalat Gito kembali duduk di depan menemuiku tiba-tiba di berkata
"Hai teman lukisan di dinding itu sangat bagus sekali paduan warnanya juga bagus antara latar,pakaian,kulit,dan pencahayaannya"
Jangan mengejek..!'jawabku
Benar kawan.. aku berkata sejujurnya lukisan itu bagus...ucap Gito
"Tapi bukankah jarak antara mata dalam lukisan itu kan salah secara teori lukis?"sergahku
"Tentu saja aku tahu itu kawan,tapi secara keseluruhan lukisan itu bagus baik dalam memilih ,pewarnaan kulit,baju dan pencahayaan serta hal - hal lainnya."
Setelah Gito pulang kuambil lukisan di dinding , kupandangi dan aku mengakuinya apa kata Gito bahwa lukisan itu memang bagus secara keseluruhan seolah-olah kesalahan jarak mata itu tidak begitu nampak.
Sahabat kadang kita melihat diri kita melakukan sebuah kesalahan atau mengalami sebuah kegagalan dan kita terlalu begitu serius memikirkannya , menghukum diri kita secara berlebihan hingga kita lupa untuk memandang secara keseluruhannya dari semua peristiwa tersebut dan menutup kemungkinan bahwa orang lain bisa jadi memilki persepsi yang berbeda dalam menilai kegagalan tersebut.
Seorang gadis cantik karena berjerawat wajahnya dia menjadi minder dalam bergaul atau tampil didepan umum..hanya karena si gadis berfikir bahwa jerawat adalah sebuah kesalahan atau sesuatu yang menghalangi kecantikannya yang sangat ia butuhkan sebagai modal bergaul...sigadis lupa bahwa diterimanya seseorang bisa karena banyak hal bukan hanya tampangnya saja..bisa karena supelnya,.. gaya bicaranya serta akhlaknya dsbnya.


by ayahnya ifor

Rabu, 02 Maret 2011

Bocah

Bocah kecil yang kini telah tumbuh dewasa itu ..
kini termangu menatap pelangi
hatinya terasa begitu sunyi ..
padahal sekitarnya penuh dengan pantulan warna-warni...
jauh didalam batinnya ada kerinduan yang begitu menggumpal didadanya..
kerinduan akan sebuah wilayah yang tak ada merah tak ada jingga tak ada warna warna
tak ada rupa tak ada kata..bahkan tak ada pula atas dan bawah kanan dan kiri
begitu sunyi dan tak sunyi ..
tak ada ini tak ada itu..
tak ada ruang dan waktu..
" ah...kenapa mesti mengada sehingga timbul semua rasa perih dan tawa ..."rintih si bocah
bocah kecil itu..kini tersuruk-suruk melangkah kadang ia tampak begitu gagah.. kadang tampak goyah...kadang menangis kadang tertawa...
ia tahu ia harus terus berjalan ..dan berjalan sampai bertemu sebuah gerbang akan wilayah yang dirindukan..
Kalau engkau bertemu bocah itu..jangan kau puji dan cela ia..
karena baginya itu sama saja..
dan jangan pula mencoba masuk kedalam hatinya..karena itu akan sia-sia.
Kalau engkau bertemu dia..cukup katakan saja..
" Selamat berjalan wahai perindu..semoga bertemu dengan yang dirindu.."



by ayah ifor & Bia

Selasa, 01 Februari 2011

jarit

tatap kain jarit batik sidomukti...
setelah motifnya apa yang kau lihat..
perhatikan serat benangnya..
ada yang vertikal.
ada yang horisontal...
ada yang tumpang tindih
karena vertikal dan horisontal menumpang dan menindih..
jadilah sebuah kain jarit...

kalau kau bisa memahami syukurlah..kalaupun tidak juga tak apa-apa

Sabtu, 29 Januari 2011

air mata.....

dulu ketika aku bayi...aku menangis kalau lapar & Haus...kalau..lelah..kalau sakit..kalau gak ada teman...kadang aku menangis untuk menarik perhatian ayah atau ibuku..agar menggendongku....itu dulu ketika aku masih bayi...

ketika aku menginjak sekolah dasar...aku menangis kalau di olok temanku..kalau dimarahi guru..gara-gara berantem..atau mendapat nilai jelek..aku juga menngis kalau..aku merasa malu..atau tak dibelikan sesuatu yang aku mau...atau kehilangan barang kesayanganku...itu dulu..ketika aku masih anak-anak..
ketika aku remaja...aku juga menangis kalau diputus pacarku....atau jelek nilaiku..atau waktu aku merasa bersalah terhadap sesuatu....itu dulu kala aku remaja...
Ketika dewasa aku juga menangis ketika bingung mencari biaya pernikahanku..aku juga menangis diwaktu acara akadnikahku...aku juga menangis..ketika aku selesai membaca ayat suci tentang kasih sayangNya..
aku juga menangis..ketika ayahku meninggal..ketika anakku lahir..ketika aku merasa betapa banyak dosaku..aku juga menangis ketika hatiku mendadak kangen akan Tuhan yang telah begitu banyak memberiku nikmat..dan serius dalam merawatku..serta memahami akan semua kenakalanku dan tetap menungguku di pintu ampunanNya....
aku juga menangis ketika membaca riwayat tentang nabi & rosul junjunganku,..yang begitu tabah...serta ahli bersyukurdalam setiap geraknya...
aku diam-diam juga menangis..ketika aku bertemu dengan mereka yang kata masyarakat adalah pelacur..penjudi..penipu..aku menangis andai mereka ayahku..ibuku..atau saudaraku...lalu aku bermohon padaNya agar mereka dianugerahi dalam hatinya..kerinduan akan Dia yang Maha Indah ,Maha Agung dan Maha pengasih serta Pengampun..agar ..kemilau wajah mereka serta basah lidah mereka akan dzikir serta syukur pada Sang Pencipta...
dalam menulis artikel inipun diam-diam aku menangis...tanpa tahu sebabnya...entah karena cahaya monitor..entah karena mikirin pulsa buat Onlinenya blog ini ..entah karena debu..aku juga tak tahu...dan aku tak permasalahkan sebabnya..cuma yang aku tahu...aku merasa tentram..dengan keluarnya air mataku ini...

" seperti mengupas bawang ...setiap lapisnya selalu berbeda warnanya...
dan selalu di iringi air mata pada akhirnya..."


by Ayah Ifor & Bia..

Jumat, 28 Januari 2011

sastrajendra hayuningratpangruwatingdiyu

Sesungguhnya..semua yangterhampar didepanmu itu adalah sebuah kitab..yang bercerita tentang Aku dan kamu...tentang hamba dan Tuhannya...
cobalah kau tatap mega diangkasa sana..yang kadang tampak bergumpal-gumpal..dan berubah-ubah..seprti itulah hidup kadang adakalanya berkumpul..kadang berpisah...
Coba kau amati pohon alpukat...apakah kamu tahu..bahwa ketika pohon ini akan berbuah ..semua daunnya rontok dan banyak ulat disana...setelah itu baru buahbya tumbuh dan dedaunannya mulai menghijau lagi...laksana seorang anak manusia..yang dalam kemiskinannya..dikelilingi berbagai macam fitnah...setelah dia mampu bersabar atas itu semua..maka dia akan peroleh hikmah kearifan yang manis rasanya...
atau kau lihat pohon nangka...?amati dengan cermat...getah pohon angkah ini akan mudah hilangnya jika kamu basahi dngan air yang ada disekitar biji pihon nangka....seolah mengabarkan pada manusia..bahwa dalam segala kesulitan hidupnya...didalam dirinya pula tersembunyi jawaban atas semua kesulitan yang melanda dirinya
begitu banyak alam bercerita pada kita...tapi kita kadang tak pernah mampu untuk memahami semua pesannya karena kita terlalu disibukkan dengan berbagai penilaian dangkal atas nama keinginan kita....
sesekali cobalah endapkan fikiran kita...diam sejenak...lalu cobalah bertanya...apa yang kamu cari...? untuk apa..setelah dapat lalu ...?

by Ayah e ifor & Bia

Minggu, 23 Januari 2011

ANTARA MUSIBAH DAN NIKMAT

Kadang aku sering merasa bingung dan aneh ketika menemani kyaiku menemui para tamunya… betapa tidak bingung ketika sang tamu mengeluh tentang musibah atau sesuatu yang menimpahnya., Kyaiku yang nyentrik ini malah bilang itu adalah nikmat. Tapi ketika ada tamu yang lain datang dengan wajah berseri-seri bercerita bahwa berkat dzikir atau doa yang diberikan padanya dari sang Kyai usahanya berhasil baik.Eh, kyaiku malah bilang itu bisa jadi musibah.
Dan yang lebih heboh lagi tamu yang dimarahi bahkan kadang dibentak bukannya marah atau kapok datang, malah kadang balik lagi.
Suatu hari ketika aku dan kyaiku duduk-duduk cuma berdua ,aku memberanikan diri untuk bertanya, tentang semua yang ada dihatiku,….…….
Kyai ku diam kemudian ia berkata,” Sesungguhnya anakku,.. hidup adalah Cuma mengabdi pada Alloh, dan jika Ia berkehendak maka kita akan mampu untuk mencintaiNya.
Sesungguhnya musibah atau kesedihan, kesumpekan atas gagalnya usaha kadang adalah bentuk sapaan Alloh atas hamba, sehingga kemudian hamba datang merintih..bersimpuh di hadapanNya. Adakah kenikmatan yang melebihi itu? Hamba yang lalai kemudian ingat dirinya yang lemah….sehingga dalam rintihan itulah sang hamba tak jarang malah memperoleh cahaya cintaNya. Tapi ada
Pula hamba yang mencaci Nya….hal ini disebabkan kebodohan hamba akan kasih-sayang RobbNya yang Maha pengasih.
“Maka Bersyukurlah dan beruntunglah hamba yang mampu memahami bahwa tak ada yang diberikan RobbNya selain kasih-sayang.



By Ayah E Rofi..& Bia .
Fadhil..

Sabtu, 22 Januari 2011

Surat buat mawar ku…..


Melatiku……. Jika suatu hari engkau membaca tulisan ini…. Aku berharap engkau akan mengerti…..memahami apa dan siapa aku……..
Melatiku…..mawar kecilku….kadang betapa ingin aku..menyapamu..menemanimu setiap hari ….bercanda….dan memanjakanmu….
betapa ingin aku memelukmu hingga engkau tertidur dalam pelukanku…..tetapi….itu tak kulakukan karena aku tak ingin kelak engkau akan merasakan kepedihan manakala perpisahan itu akan datang……
Putriku…. Akan kuceritakan padamu kisah nabiyulloh Ya’qub yang ketika hatinya mulai terpaut pd Yusuf….maka…ia pun terpisah dariYusuf….,
ingatkah kamu ….tentang Ibrohim sang kholilulloh…..?. Ketika hatinya mulai terisi oleh ismail..?Dia pun mesti di uji untuk mengorbankan sang buah hatinya…….
Melatiku….tahukah kamu bahwa Dia maha pencemburu? Tak akan di ijinkanNya…tak akan pernah Dia mengijinkan siapapun menduakanNya….dan….aku tak ingin Dia cemburu padaku mau pun padamu………
Melatiku…..sungguh dalam sepi batinku….sering kupanjatjan doaku untukmu…..agar diteranginya engkau dengan cintaNya….hingga bercahaya segala yang ada padamu..bercahayalah pandanganmu dan pandangan mata hatimu….hingga engkaupun akan merasakan apa yang kurasakan.
Tenggelam dalam cahaya….

By Fadil

kerlip hening

menatap mega diatas buana ...seolah mengajarkan padaku...
bahwa hidup seolah kumpulan mega diatas sana...
kadang mesti berkumpul...kadang mesti berpisah....
menatap..dedaunan yang rimbun di pohon akasia....ada yang hijau ..ada yang kuning...bahkan ada yang gugur ditanah....
.seolah mengajarkan padaku....
seperti itulah fase hidup dari hijau pupus..hijau tua..kuning lalu gugur...
laksana fase kehidupan jalma manusia mulai bayi...remaja,..dewasa ..tua..lalu mati....
menatap lidah api yang menyala pada ranting kering dalam api unggun...
seolah perlambang amarah...keangkuhan...yang menyisakan hangus tanda kesia-siaan bagi yang membekal....jadi usah membekal dendam dan memeliharanya dalam batin kita...sobat...
menatap gemercik air...dilekukan sungai yang dingin..ditengah hutan....
seolah perlambang...waktu yang terus mengalir..secara..kontinyu...setia....pandang aliran sungai itu sobat...dia akan terus mengalir mulai kemarin ..sekarang...dan esok lusa..sementara kita yang menyaksikannya..mungkin sudah tiada..dia tetap mengalir....lalu apa makna ada kita...yang cuma sekejab saja..di banding alir sungai ini...yang mungkin sudah amat tua.....



ditulis by fadhil...waktu dipelototi syaikhu