Selasa, 09 Juli 2013

Semut



        Ini kisah sekor semut yang berjalan sendirian terpisah dari kelompoknya. Ia ingin mencari pengetahuan yang  luas bagi dirinya.Cukup lama ia berjalan hingga tiba lah ia disebuah perpustakaan istana ..
Sang semut melihat begitu banyak orang membaca buku di perpustakaan itu. Dan kadang mereka berdialog tentang apa saja yang berhubungan dengan kehidupan dan mereka membahasnya dengan pengetahuan yang sangat mendalam sekali.
       
      Sang semut akhirnya tahu penyebab kenapa orang orang itu memiliki pengetahuan yang begitu luas adalah karena mereka  membaca buku buku itu . Sang semut pun kemudian berfikir bahwa buku buku itulah yang hebat bukan orang yang membacanya.karena sesungguhnya pengetahuan itu bersumber dari buku yang mereka baca.Sang semut kemudian berjalan lagi  dengan membawa kesimpulan itu. Sampai suatu ketika tibalah sang semut dirumah seorang ilmuwan yang sedang menulis buku.  Ia melihat pena yang menggores kan tulisan demi tulisan yang menjadi isi sebuah buku . dan sang semutpun kemudian berfikir bahwa sesungguhnya yang menjadi kan buku itu bermanfaat adalah kalimat yang ada didalamnya sedangkan yang membuat tulisan itu bisa nampak adalah pena yang menuliskan  kalimat dalam buku itu. Sang semut itupun kemudian beranggapan bahwa yang terhebat adalah pena. karena dari pena itulah muncul tulisan yang memuat pengetahuan.

        Kemudian sang semut melihat begitu banyak pena tergeletak dirumah itu…ia juga melihat seorang bocah kecil yang menggunakan pena  untuk mencoret coret sebuah buku..Coretan itu biasa saja..Sang semut kemudian kembali berfikir bahwa bukan sang Pena yang hebat tetapi tangan yang menggerakkan pena.
Sang semut kemudian merenung lagi bahwa sampai ia tahu bahwa bukan tangan yang menggerakkan pena itu yang hebat  melainkan akal yang menggerakkan tangan itu yang hebat.Dan Sang semut itupun kemudian mencari tahu siapa yang membuat otak itu hebat. .Dan Sampailah ia pada pengetahuan agung tentang sang Maha Pencipta.

        Setelah merasa cukup dengan apa yang ia pelajari pulanglah sang semut  kembali kesarangnya dan bertemu dengan  banyak semut semut lainnya.Betapa senangnya Ia setelah tahu bahwa sepeninggalnya begitu banyak pula semut  semut yang berjalan mencari pengetahuan . dan ada dari mereka yang telah kembali kesarang dan menyampaikan kepada masyarakat semut pengetahuan yang telah didapatnya selama pengembaraannya.Ia mendengar diskusi diskusi antar semut begitu banyak digelar dimana mana. Ada komunitas semut tertentu yang berpendapat bahwa yang hebat adalah sang buku. ada lagi yang berpendapat bahwa yang hebat adalah sang Pena bahkan ada pula yang berpendapat yang hebat adalah tangan yang memegang pena dan sebagainya.

        Terjadilah banyak diskusi  dan perdebatan dimana mana tentang itu semua. Sementara Semut tua yang telah berjalan begitu jauh itu hanya diam saja sambil tersenyum melihat itu semua. Karena baginya semua itu adalah sama benarnya sesuai dengan sejauh apa mereka berjalan sesuai dengan apa yang mereka temui. Apabila ia bertemu beberapa kelompok semut dan ia ditanya ia hanya akan menyarankan agar  mereka teruslah berjalan siapa tahu ada sesuatu pengetahuan yang baru yang bisa didapatkan.atau ia diam sambil tersenyum karena memang hanya dengan berjalan dan terus berjalanlah  pengetahuan itu akan didapatkan.

 By Cemut Cemut./april 2013/ dihamur.

Experience is the best teacher.

Buah Durian

       
          Anda tahu buah durian..? ya semua orang tahu buah durian adalah sebuah buah yang kulitnya dipenuhi duri disekitarnya..mempunyai rasa manis didaging buahnya serta biji yang keras didalamnya. Mempunyai aroma yang khas yang tak bisa ditiru buah lain.Bukan hanya manusia yang suka buah durian hewan seperti harimau dan gajah pun suka buah durian. Selain manis buah ini pun juga sangat memabukkan. 

           Ada tipe manusia durian..manusia jenis ini dikelilingi duri disekitarnya…sehingga agar anda bisa merasakan manisnya kemanfaatan yang ia punya anda harus bersusah payah dulu membelah kulitnya yang keras dan penuh duri..anda tidak hanya butuh alat untuk membelah tetapi anda juga harus mempunyai ilmu atau keahlian khusus yang didasari atas kesabaran serta kehati-hatian kalau tidak anda hanya akan mendapat luka bukan manis daging buahnya.

           Bahkan sesudah anda berhasil membelah kulitnya pun anda masih harus berhati hati pula memakan dagingnya sebab kalau tidak anda akan mabuk setelah merasakan manisnya. Kulit  yang keras dan penuh duri ini pada tipe manusia durian bisa diibaratkan pada banyaknya ujian serta fitnah yang meliputinya..karena manusia jenis ini menyembunyikan mutiara kemanisan hikmah yang mereka miliki sehingga untuk memperoleh manisnya hikmah mereka tidaklah mudah.Itu ciri paling mudah yang bisa dikenali dari manusia durian bahwa dirinya dikelilingi oleh berbagai ujian yang bagi kita terasa menyakitkan.

         Karena mereka memilih orang yang bisa merasakan hikmah mereka adalah orang orang yang mau berusaha keras untuk itu.Mereka juga menawarkan biji buah hikmah itu untuk kita setelah kita berhasil membelah kulitnya serta menikmati manisnya. Biji itu bisa kita tanam dikedalaman hati kita agar kelak tumbuh pula kelezatan hikmah dalam hati kita. Manusia Durian setelah terbelah kulitnya serta bisa terekplorasi kelezatan hikmah serta kemanfaatannya  maka bijinya harus ditanam lagi dikedalaman agar kelak tumbuh lagi…
Itulah manusia durian.. yang setelah terbuka kelezatan hikmah mereka maka mereka akan menghilang meninggalkan biji yang tersembunyi di kedalaman. Yang hanya bisa ditemukan setelah biji itu tumbuh dan  berkembang serta berbuah seiring waktu yang tentu saja tak sebentar.

          Berbeda lagi dengan buah alpukat ,perhatikan pohonnya bagaimana ketika ia akan berbuah .. maka pohon ini akan dipenuhi ulat disekitarnya serta dedaunan yang rontok atau habis..setelah itu baru buah alpukat ini aka tumbuh. Dengan kelezatan yang disukai banyak orang.

        Demikianlah gambaran tipe manusia buah alpukat tipe manusia jenis ini pun sebelum berbuah maka Ia  bisa ditandai dengan banyaknya ulat disekitarnya yang bisa diibaratkan dengan fitnah yang meliputi dirinya bahkan ia juga ditandai dengan dedaunan yang rontok yang diibaratkan dengan habisnya harta bendanya ..Setelah fase ke tawakalannya maka ia akan berbuah hikmah dan kemanfaatan yang bisa dirasakan orang banyak..

        Ada lagi manusia Pohon pisang.. manusia jenis ini memiliki filosofi kehidupan seperti pohon pisang bahwa ia tak akan mati sebelum berbuah kemanfaatan. Dan memang demikianlah pohon pisang coba anda potong batangnya sebelum ia berbuah maka ia akan tumbuh lagi. Baru setelah ia berbuah maka ia akan mati..

Bagi sobat yang memiliki pandangan lain tentang buah di tinjau dari sisi hikmah bisa kirim artikel ke sini.
By Wong..cie liek….

Rabu, 13 Februari 2013

Sang Pembisik



                                                                 
Pada suatu pagi aku terbangun dari tidurku dengan suasana yang agak berbeda dari biasanya .
Aku merasakan adanya kelainan dalam diriku. Di dalam hatiku mendadak kurasakan bermunculan berbagai macam suara yang berbisik bisik.
Ada yang berbisik dengan nada lembut,..ada yang berbisik dengan nada keras, ada yang bertanya ini dan itu ada yang mengumpat, ada pula yang menakut-nakuti. Ada yang mirip bisikan angin lembut ada pula yang terasa berat dan menghujam, ada pula yang melengking , ada yang mirip suara wanita muda , dan tua ada pula yang mirip suara lelaki tanggung dan tua,  ada pula yang mirip rintihan ada yang bernada menghakimi ada  pula yang menyuruh dan bertanya ini dan itu.
Suara suara itu mengikuti kemana aku pergi. Kadang suara itu seperti mengajakku berdialog , kadang ada pula yang mengejekku serta memakiku, ada pula yang menasehati. Suara itu kadang seperti  lebih tahu dari diriku , kadang pula malah berkesan sok tahu…
Suara itu tidak hanya berbisik ketika aku duduk sendiri tetapi juga ketika aku menemui teman-temanku ..bahkan yang lebih parah lagi suara itu pun kadang mengikutiku sampai kekamar mandi…bahkan ketika aku pergi tidur suara itupun masih mengajak ku berdialog bahkan kadang berkesan memaksaku untuk mendengarkannya.

Lama kelamaan aku pun akhirnya terhanyut dalam dialog dengan suara suara yang menyusup dlm hatiku itu. Hingga tanpa kusadari akupun mulai lebih banyak menyendiri dan mulai  meninggalkan kebiasaan yang selama ini kulakukan .
Tanpa kusadari akhirnya akupun mulai merasa mereka bagian dari hatiku hingga suatu ketika kurasakan mereka bersatu padu memaki ,menekan serta memaksaku untuk lebih mempercayai apa yang mereka bisikan.mereka memaksaku untuk   mengatakan sesuatu yang aku tak tahu, bahkan mereka juga berusaha meyakinkan diriku bahwa aku adalah makhluk dari demensi lain…
Semakin lama  suara itu semakin bertambah kuat menguasahiku,..dan  mulai mengacak acak hatiku, menguak apa saja yang ada di sana, serta mengomentarinya . Mereka mulai mengambil alih hatiku serta fikiranku.
Mereka mulai mendikteku untuk melakukan apa saja yang mereka katakan membisikkan apa saja yang akhirnya membuatku mulai kehilangan kesadaran diriku serta realita yang ada disekitarku.
Suara itu semakin lama semakin menterorku dengan bisikannya serta menaburkan benih ketakyakinan serta ketakutan yang kian hari kian tumbuh memenuhi hatiku.
Hidupku mulai menjadi kacau karena aku mulai kehilangan pandangan akan batas realita dan khayalan disekitarku.

Aku menamakan mereka sebagai Sang Pembisik dan Penjajah Hati…

Ketika aku mulai kehilangan kekuasaan akan hatiku ..mereka yang kunamakan dengan Sang Pembisik serta Penjajah Hati ini mulai menerangkan kepadaku siapa mereka sebenarnya.
Ternyata menurut pengakuan mereka , Sang Pembisik ini adalah pendatang dari suatu demensi lain yang berada di tata surya kita juga. Mereka tidak berbentuk seperti manusia karena hanyalah suatu pancaran gelombang suara elektro magnetic yang ada pada frekwensi  dibawah 20 Hz. Jadi hanya bisa dideteksi oleh otak & hati pada kondisi tertentu seperti pada kondisi melamun atau sedang murung. Mereka memiliki kemampuan menyusup pada hati serta otak manusia dikarenakan wujud mereka sebagai  pancaran gelombang elektro magnetik .
Mereka menerangkan ingin melakukan penelitian pada manusia. Karena menurut mereka manusia adalah spesies yang unik pada dirinya tersembunyi perpaduan antara sifat tumbuhan , hewan, serta sesuatu unsur yang bercahaya serta menimbulkan suatu rasa yg aneh serta menentramkan.
Mereka memilihku sebagai obyek penelitian mereka..Kadang mereka berusaha membikinku marah , atau takut dengan tujuan untuk mengamati fenomena kemunculan berbagai emosi serta efek efeknya pada tubuh fisik manusia..serta fikiran dan hatinya.
Kadang mereka melakukan suatu perlakuan khusus untuk memunculkan suatu efek emosi tertentu seperti yang mereka inginkan.
Sampailah mereka pada suatu kesimpulan awal bahwa manusia adalah pancaran geolombang bio elektrik yang memiliki aksi serta reaksi terhadap pancaran gelombang Bio elektrik pada diri serta lingkungan di sekitarnya.

Mereka tak mampu memahami unsur cahaya pada diri manusia dikarenakan mereka adalah gelombang suara yang tak pernah bisa untuk menembus cahaya yang memiliki ribuan lapisan serta kecepatan yang melebihi kecepatan mereka.Sang Pembisik dan Penjajah Hati ini ternyata tidaklah seburuk yang ku kira ..Mereka menawarkan  padaku untuk mengubah diriku menjadi suatu gelombang yang sama dengan mereka dengan catatan mereka akan mengambil alih sementara hati serta fikiranku.
Aku pun kemudian diubah oleh merekmenjadi gelombang suara Elektro magnetic dengan melalui suatu proses yang tak kuketahui  . Aku hanya merasakan diriku mulai berada pada kondisi menguap dan mencair..dan tahu tahu jadilah aku sebuah gelombang elektromagnetik.
Aku merasakan suasana baru . dan mulailah aku pergi kepenjuru bumi menjadi sebuah gelombang suara elektromagnetik.yang berada pada demensi yang sulit diuraikan dengan kata kata yang dikenal manusia
Akupun memiliki kemampuan menyusup kedalam hati manusia sebagaimana Sang pembisik .
Yang pertama aku susupi adalah hati seorang wanita yang pada saat itu merasa murung dengan kondisi keuangan dan kondisi rumah tangganya yang lagi kacau..

Disana aku mulai melihat berbagai emosi serta ribuan rahasia…..

Kemudian akupun masuk kedalam hati seorang pengusaha ,..yang pada saat itu sedang murung memikirkan kondisi perusaahaannya yang  sedang mengalami kekacauan akibat ulah saingan dagangnya…akupun keluar setelah puas menyaksikan kondisi hatinya…
aku juga masuk kehati seorang penguasah kecil disuatu desa disana yang pada saat itu sedang gelisah memikirkan bagaimana mempertahankan kekuasaannya…
akupun kemudian pergi kehati anak-anak remaja yang pada saat itu sedang murung memikirkan hubungan cintanya yang tak diijinkan orang tua mereka karena kondisi status sosial mereka yang berbeda .
Aku pergi kemana saja ..bertamu pada ribuan hati manusia diberbagai penjuru dunia…bertamu pada ribuan hati dari berbagai macam status sosial yang ada.
Sampai suatu ketika aku mempunyai suati ide untuk mengumpulkan kisah serta rahasia dari ribuan hati yang aku kunjungi, tentu saja aku memilih hati yang memiliki kisah yang unik .
Kemudian kisah kisah yang unik serta khusus itu aku bisikkan pada hati para seniman yang pada saat itu sedang merenung untuk mencari ilham bagi karya mereka. Karena aku berfikir hanya mereka yang memiliki kelembutan serta cita rasa seni yang tinggilah yang bisa menggubah kisah rahasia itu untuk disajikan bagi manusia lain dengan cara yang penuh keindahan sehingga akan menghasilkan hikmah  bagi para penikmatnya.
Aku terus menjadi gelombang suara elektro magnetik untuk waktu yang sangat lama ..sementara aku tak lagi tahu apa yang telah terjadi pada tubuh serta fikiranku jauh disana
Suatu ketika aku merasa bosan karena dari ribuan hati yang kutamui aku hanya melihat hal hal yang itu itu juga .

Aku mulai mencari sesuatu yang baru sesuatu yang melebihi gelombang elektromagnetik.Karena gelombang elektromagnetik memiliki kelemahan bisa disadap ..selain itu ia hanya bisa dideteksi kehadirannya di frekwensi tertentu.
Aku melihat potensi cahaya yang tak bisa disadap dan memiliki kecepatan melebihi  suara maka mulailah aku mengamati serta menelitinya sampai hari inipun aku tetap meneliti serta berusaha mencari cara menjadi cahaya .
Dan sampai hari ini aku masihlah semua gelombang suara elektromagnetik yang mencari cara menjadi cahaya.
Sementara jauh diluar sana tubuhku tetaplah tubuh manusia bernama aku dengan fikiran serta hati yang bukan aku karena ternyata diam diam Sang Pembisik serta Penjajah hati masih tetap bertamu serta menguasahi hatiku.

Malang, Feb 2013
By Fadhil.










Senin, 01 Oktober 2012

Suluk Wragul


Wragul 1


Berang-berang, jika diteliti ini raga

Belum ketemu hakikatnya

Ada atau tidakkah ia

Sebenarnya aku ini siapa

Impian beraneka ragam

Kalau dipikirkan

Akhirnya menyedihkan

Yang mustahil banyak sekali

Segala wujud di semesta ini

Tak putus-putus sama sekali



Wragul 2



Maka dengarlah perlambang ini

Ada kera hitam sedang berdiri

Di tepi sungai

Tertawa keras tak kepalang

Kepada berang-berang yang mencari makan

Siang dan malam

Terus tanpa kesudahan

Tak ingat bahwa ia diciptakan Tuhan

Yang diingat hanya makanan

Tanpa memperdulikan

Bahaya mengancam



Wragul 3



Dilalapnya apa saja ia dapatkan

Tidaklah ia memperhatikan

Tuhan Yang Maha Agung yang menciptakan

Mustahil ia tak sanggup memberi makan

Dari kehidupan hingga kematian

Apapun saja yang dikodratkan

Telah disesuaikan

Ulat dalam batu pun diberi santunan

Maka jangan hanya suntuk mencari makan



Wragul 4



Akibatnya terlupa bahwa ia ciptaan Allah

Berang-berang berkata dengan ramah

Duh kera hitam, sungguh engkau kejam

Kau paksa aku mengikutimu

Yang kata orang tanpa dipikirkan

Ya, aku terpaksa

Mencari makan, tapi tidaklah

Dengan susah payah

Sekedar semampu diriku ini

Aku tak mencari-cari



Wragul 5



Hak orang lain tak kurebut

Tak kuperhatikan bencana dan kutuk

Tak kulihat yang hidup

Demikian pulalah halnya burung elang

Mengikuti tenggiling untuk cari makan

Susah untuk memberi peringatan

Jika engkau merasa

Sebagai makhluk Tuhan adanya

Janganlah hati mendua

Tak usah campuri urusan orang lain

Karena semua punya kadar masing-masing



Wragul 6



Sudah diberi hak hidup sendiri-sendiri

Seperti juga berbagai tetumbuhan ini

Atau yang memakan dedaunan

Mengikuti takdir Tuhan

Siapa akan mengikuti kata-katamu

Siapa menuruti ajakanmu

Sedangkan di hutan tempatmu

Sang kera hitam menjawab

Tidaklah akan kuubah

Makananmu, hanya ingatlah

Kepada yang memberi makan kepadamu



Wragul 7



Perbuatlah amal kebajikan

Terpaksa harus kuberitahukan

Hal-hal yang berfaedah saja

Sekedar menunjukkan yang benar adanya

Jawab Berang-berang

Tahulah aku

Maksud omonganmu

Kau inginkan

Agar kuberi kau makan

Tapi aku tak akan tunduk kepadamu



Wragul 8



Ibarat sudah tahu kebohongannya

Mulut jujur hati berdusta

Karena memaksa harus berbuat begini

Menghormat kepada yang belum mengerti

Agar dipercaya di dunia ini

Berapa kekuatannya

Tak tahu bahwa

Dengan bertapa sesungguhnya bersembunyi

Ingin kulihat mana pendeta yang benar-benar sakti

Kalau berhasil melebihi



Wragul 9



Kelihatannya luhur dan mulia

Serba benar pembicaraannya

Tuntas luar dalamnya

Bagus penampilannya

Kena kotoran sedikitpun tak bersedia

Seperti burung elang akibatnya

Terbang tinggi

Lupa melihat kanan kiri

Begitu musuh disiasati

Selamat sampai akhir hari



Wragul 10



Apabila ibarat ikan

Ikan gegenjong yang lemah badannya

Namun tajam tajinya

Hai kera hitam

Mana kata-katamu yang benar

Yang diharamkan ditolaknya

Itu kalau sedikit jumlahnya

Dan walaupun haram

Tapi kalau ada sedikit manisnya ditutupi

Dengan amat tersembunyi



Wragul 11



Jelas itu dicampur aduk

Ada yang diucapkan dengan pura-pura

Yang terlihat tindakannya

Pujangga maupun pendeta

Sama-sama kurang budinya

Aku tahu semuanya

Sama-sama meminta-minta

Hanya satu dua yang mengamalkan

Meminta tanpa dibantah

Walaupun tidak sungguhan



Wragul 12



Kikir kalau dimintai

Lagaknya seperti pendeta sakti

Usaha seakan tak henti

Dalam hidup ini hendaklah mengerti

Upaya orang lain

Dalam hidup ini seyogianya

Tak demikian tindakannya

Di mana ada niat yang tak semestinya

Kata ahli kitab tak mau makan riba

Sebab ia pendeta



Wragul 13



Orang besar orang kecil berebut bersaing

Berupaya menggunakan akal masing-masing

Yang namanya raga manusia

Siap semuanya

Untuk beramal senantiasa

Sedangkan apa kelebihan pendeta

Sibuk mengolah ilmu pengetahuan

Rahasianya mencari pekerjaan

Berkah yang melimpah diharapkan

Jaksa pun demikian



Wragul 14



Demikianlah yang tersembunyi pada para penulis

Mencari nafkah dengan menipu mengemis

Supaya ada kaulnya

Demikian para dukun adanya

Menjual mantra

Juga para guru yang terhormat

Mengajarkan ilmu luhur

Sama saja yang diharapkan

Yaitu pengabdian murid

Seperti burung kuntul



Wragul 15



Bertapa ada tujuannya

Agar memperoleh ikan di rawa

Agar semua itu kena olehnya

Adapun yang bertapa di gunung

Tujuannya pun

Untuk memperoleh Negara

Oleh masyarakat dipercaya

Begitu yang namanya pendeta

Terus menerus bertukar pikiran

Berbuat kepercayaan dalam pemerintahan



Wragul 16



Pendapat yang benar ditentang

Mencari saksi makin kesulitan

Diuji dengan kepercayaannya

Tak tahu bahwa terlalu asyik ia

Membicarakan keburukan orang

Sementara pada dirinya sendiri tak kelihatan

Padahal kejelekannya sebesar gunung

Lagi pula ia tertarik pada rupa

Serta keanekaragaman suara yang masuk telinganya

Dari awal hingga akhir diterimanya



Wragul 17



Karena banyak orang membingungkan

Tersandunglah ia di tempat yang rata

Sembuh, tapi mati akhirnya

Yang samar dikira nyata

Yang bukan-bukan dikira mengalir

Yang duduk dikira air

Yang tidak terlihat

Senantiasa melihat cela orang lain

Sedang aku, cari makan tak sembunyi-sembunyi

Sang kera bicara gusar



Wragul 18



Ya, kamu jadinya

Mencela tingkah laku pendeta

Kalau begitu

Kamu pantas diburu

Hidupmu bagiku gambling

Merintangi pekerjaan

Kemudian sang berang-berang

Berucap : Apa maumu !

Seraya merunduk sambil menerjang

Tapi telah meloncat si kera hitam



Wragul 19



Pada dahan kayu sambil bersiaga

Sehingga mengagetkan kera-kera lainnya

Semua pun angkat bicara

Dengan bahasa lambang mereka

Marah mereka

Siapa saja yang mencela pendeta

Boleh kita mengejarnya

Sampai mati ia

Semua kera mengepung di pinggir sungai itu

Tapi berang-berang sudah tahu



Wragul 20



Ketika sudah berkumpul semua kera hitam

Berang-berang masuk ke dalam air pelan-pelan

Karena kera sebanyak itu tidaklah terlawan

Kemudian si berang-berang

Sambil makan ikan, memberi peringatan:

Kera hitam, pulanglah kau

Bersama teman-temanmu

Sebab siapa tahu si empunya datang

Yang di sungai ini ia punya larangan

Siapa tahu firasat ia dapatkan ……….



Wragul 21



Sanggupkah kau lindungi teman-temanmu ?

Maka semua kera hitampun bubar berlalu

Agaknya mereka malu

Dan sang berang-berang keluar dari air

Mengamati kiri kanan dengan rasa khawatir

Kalau-kalau masih ada kera yang belum menyingkir

Sang berang-berang berkata dalam hati

Berangan-angan ia

Kera hitam merasa suci dirinya

Mencela orang yang sedang mencari mangsa



Wragul 22



Memang perbuatan yang cemar

Adalah perbuatan melanggar

Hanya saja tak terlihat

Sungguh, cari saja yang mempunyai

Kebahagiaa, berlakulah laku sejati

Meskipun seorang pendeta

Seulung apapun ia

Jika menulis, lupa beribadah

Dirinya sendiri tak tampak olehnya

Karena orang lain saja yang dilihatnya



Wragul 23



Jadi, tingkah laku orang peroranglah

Yang merupakan makanan kesukaannya

Kelihatan bijak perbuatannya

Namanya pujangga

Yang terkandung di hati yang ditatapnya

Tapi setelah keluar darinya

Terlihat ia ingin menjiplaknya

Demikian ibarat seekor burung

Bertengger di pohon beringin yang terbalik



Wragul 24



Sementara sang berang-berang

Bersoal jawab dengan kera hitam

Turunlah burung tuhu

Menanyakan kesejatian

Mungkin selama perbincangan itu

Yang demikian yang diinginkan

Kepada kalimat tauhid amat senang

Sehingga dipertuhankan

Tak ingat yang sungguh-sungguh Tuhan



Wragul 25



Lahir dan batin, dulu dan kemudian

Baik buruk, suka dan duka

Sudah nasib manusia, tiada bedanya

Takdir Allah yang Maha Agung

Siang malam sembah puji senantiasa

Jika rahmat tak datang juga

Jika belum mencapainya

Masih ragu adanya

Berterus teranglah dalam memperolehnya

Demikian burung tuhu berkata



Wragul 26



Sudah sebulan aku berdampingan

Namun dengan gagak belum tercapai kesepakatan

Sebab semua

Yang ia makan adalah kotoran

Jadi selalu kuhindari

Tak akan aku ikuti

Yang najis

Sungguh selama hidupku

Yang halal saja makananku

Yang diajak bicara menjawab begitu



Wragul 27



Tahu semua pengetahuan

Namun tak mengerti sastra agama

Dari mana asalnya

Yang meskipun seolah telah merasuk dihati

Tak mungkin ditolak di dunia ini

Burung tuhu berujar :

Walau manis tutur katanya

Sebenarnya takhyul yang dibeberkan

Sang berang berkata : Pernah kudengar

Bahwa dalang tak pernah ditanya



Wragul 28



Pemburu tak henti berkelana

Ibarat burung bangau bertapa di rawa

Tiada lain niatnya

Kecuali mencari ikan di air

Dimakannya siang malam

Seperti bangau botak

Seperti kambing prucul

Maka orang yang menjalani laku

Jangan cepat melangkah dulu

Bertanyalah kepada yang tahu



Wragul 29



Haruslah lahir batin kalau memuji

Yang diucapkan musti dimengerti

Yang dilihat hendaknya dipahami

Juga segala yang didengar

Betapa sukar orang memuji

Maka sebaiknya carilah guru

Yakni orang yang lebih tahu

Yakni ahli ibadah

Dan memujilah hingga merasuki hati

Begitulah orang melakukan sembah puji



Wragul 30



Kalau tak tahu apa yang disembah

Hilanglah apa yang disembah

Karena sesungguhnya tak ada tirai itu

Tataplah gunung

Dan bunga dalam kesepian

Ikan tanpa mata

Wahyu sejati

Pandanglah Arjuna

Kalau bertapa tak tergoda

Oleh apa saja



Wragul 31



Ada tiga macam pepuji

Pertama melihat yang disembah

Kedua melihat rupanya

Ketiga tak melihat

Kepada sesuatu, namun

Menghadap yang disembah

Ibarat mencari

Dalang topeng yang sedang melakukan pertunjukan

Tak beda segala yang dimiliki

Berpadu satu ragawi ruhani



Wragul 32



Kalau tak begitu kafir jadinya

Yang namanya gajah, gerangan mana ia

Sejauh-jauh usiaku

Belum mengerti hal itu

Ibarat menyatukan perjalanan gajah

Dengan petualangan burung garuda

Ibarat menyatukan punggung dengan dada

Atau wayang dengan kelirnya

Tapi sesungguhnya cermin satu adanya



Wragul 33



Itu jelas sama

Yang dicari sedang tak ada

Tapi burung tuhu sedang memahaminya

Ibarat malam yang dibakar

Tak ada yang dipikirkan

Ajaran dari berang-berang

Biasanya sudah diajarkan

Jiwa yang hidup dan yang mati itu satu

Ingat bahwa engkau dikuasai Tuhanmu



Wragul 34



Seperti halnya tinta

Masih menyatu dengan tempatnya

Jangan menghindar meski mati bayarannya

Kalau hidup, hiduplah seperlunya

Selalu perhatikan guru

Jangan seperti orang bermimpi

Atau seperti burung yang disuruh berbicara

Mengikuti kata-kata

Dijadikan panutan pikirannya

Berang-berang bersiap-siap menyingkir

Burung tuhu terbang ke dahan



Wragul 35



Ketika kemudian matahari terbenam

Terdengar suara pertunjukan wayang

Tampaknya di istana

Tergetar tabirnya

Di depan kelir berada semua wayangnya

Burung tuhu tampak

Ki dalang terlihat

Yang terlihat gawang-gawangnya

Wayangnya tiada, hanya dalangnya

Padahal tabir penglihatan tidaklah ada



Wragul 36



Dalang dapat bertukar rupa

Banyak orang jatuh cinta

Menyaksikan tingkah wayangnya

Terlihat segala tingkah lakunya

Semua saling jatuh cinta

Betapa mendalam keinginan

Menatap sang dalang

Namun dicari tak ketemu

Meskipun dengan susah dan rindu



Wragul 37



Lebih-lebih jika kurenungkan ini

Dengan teliti

Betul-betul ingin bekerja

Terlalu penuh perhitungan akhirnya

Atas kekayaan orang-orang kaya

Maka kalau tak paham

Jangan ikut-ikutan

Sampai kapan demikian

Sesungguhnya engkau disuruh mencari kembali

Raga yang tersembunyi


Disarikan dan Ditulis kembali dari Suluk Pesisiran - Emha Ainun Najib

Sabtu, 11 Agustus 2012

sebuah kisah.


Diam memang adalah hal yang kadang sangat utama. Apalagi jika hal ini dipilih ketika hati sedang dilingkupi amarah yang sangat meluap .Yaa memang dengan diam kita tak memproduksi banyak kesalahan dalam berucap. Hal ini pula yang dipilih
Oleh Ayuning ketika ia mendapati diam diam suaminya tergoda wanita lain. Ayuning berharap dengan diam ia tak perlu repot mengendalikan lidahnya untuk memaki suami atau Wil Suami nya. Ayuning diam tapi bukan sekedar diam
Ia melakukan banyak penelitian tentang apa yang mungkin menjadi sebab perubahan sikap suaminya itu.Ia mengamati sikap sikapnya kalau kalau itu mungkin yang menjadi sebab perubahan itu..Tapi ia tak juga menemukan kesalahan itu pada dirinya.
Sampai akhirnya ia bertemu Darmawan ..lelaki muda yang jauh dari tampan dan kekayaan. Darmawanlah yang mengajari ia untuk diam dan bersabar.
Karena lelaki itu paling tidak mudah untuk mau disalahkan..apalagi jika ia dipergoki serta disudutkan oleh wanita yang menjadi istrinya.. Bisa bisa Ia akan lari karena malu telah ketahuan salahnya." Begitu yang dikatakan Darmawan kepadanya ketika ia memutuskan akan menyelidiki serta memergoki suaminya dg WILnya.
" Gak perlu mbak,.nanti malah tambah sakit hati Mbak, andai menyaksikan itu. Dan itu juga bukan solusi. Mending Mbak konsentrasi aja pada kegiatan memelihara serta menemani anak anak, karena merekalah yang harus dijaga dari goncangan kejiwaan yang mungkin bisa timbul jika mereka sampai tahu hal ini..Saran saya tetaplah diam. Bersabar serta terus berdoa
Agar di fahamkan apa hikmah dibalik peristiwa ini serta segera diperbaiki apa yang ada diantara Mbak dan suami.." begitu saran Darmawan pada Ayuning.
" setiap apapun pasti memiliki titik maximal. Jadi bersabar serta terus berdoa agar hal ini segera berakhir.
Dan memang benar apa yang dikatakan Dawmawan..
Suatu malam tiba tiba setelah pulang dari kantor suaminya mengambil air wudhu kemudian sholat. Sesudah itu suaminya memeluknya serta meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan pada Ayuning.
Suaminya bercerita tadi siang ia ditilp seorang sahabat kecilnya yang lama tak bertemu..Sahabatnya ini bercerita bahwa ia sekarang trlah gagal berumah tangga hanya gara gara pada suatu hari ia bertemu dengan seorang wanita di kolam tenang yang kemudian berlanjut pada pertemuan pertemuan yang " agak khusus" Dari pertemuan demi pertemuan itulah sahabat
Suaminya jatuh iba pasalnya sang wanita ini selalu bercerita bahwa ia kerap diperlakukan kasar oleh sisuami. Sehingga terjadilah perceraian..dari rasa iba inilah sahabat suami Ayuning kemudian bertekad untuk menikahi si wanita.
Istri sang sahabat yang tak mau dimadu kemudian minta untuk berpisah sambil membawa kedua anaknya.
Awal pernikahan ini begitu menyenangkan sahabat suami Ayuning. Sampai tiga bulan kemudian barulah ia sadar kenapa mantan suami dati istri barunya itu seting berlaku kasar. Pasalnya wanita ini adalah wanita yang suka dengan kemewahan serta tak pernah puas dengan satu lelaki..selain itu ia pun sangat pemalas. Menyesal sang sahabat suami Ayuning.
Diceraikanlah wanita yg baru dinikahinya kembalilah ia kepada istri yang ditinggalkannya. Tetapi malang sang istri tak mau lagi menerima ia..Sejak itu ia lebih banyak menekuni dunia spiritual menyesali dirinya serta memohon ampunan atas dosanya.
Dalam pertemuan itu pula lelaki itu berpesan pada suaminya agar jangan sampai melakukan kesalahan yang serupa dengan dirinya. Hendaklah ia ingat kesabaran serta kebaikan si istri selama ini padanya..
Suami Ayuning rupanya tersentuh dengan cerita sahabatnya. Ia menyadari kesalahannya yang hampir memorak -porandakan rumah tangga yang selama ini telah dibangun dengan istrinya.
Ayuning sangat bersyukur dengan perubahan sang suami..Suatu hari disebuah kesempatan ia bertanya siapa nama sahabat suaminya itu. Suaminya menjawab bahwa sahabatnya itu brrnama "Darmawan"
Ayuning diam diam terkejut dalam hati..ia tak menyangka begitu mengenaskan nasib Darmawan lelaki yang selama ini banyak membantunya menasehatinya selama ini..
Di suatu siang Ayuning menerima sebuah tilp..dari Darmawan..." Mbak tidak perlu berpikir bahwa apa yang didengar suami Mbak itu kisah betulan apa tidak yang penting kisah yang saya sampaikan menghasilkan efek positif dan solusi bagi permasalahan yang membikin pusing,Mbak".
Ayuning cuma bisa diam dan menghela nafas.panjang


Malang , romadhon 2012 by aya iforbia.

Kamis, 09 Agustus 2012

munajah para pecinta Alloh

Bismillahirrohmaanirrohiim
Ilaahi...
apakah orang yang telah mencicipi manisnya cintaMu
akankah mencari pengganti selainMu...
Apakah orang yang telah bersanding disampingMu..
akan mencari penukar selainMu..?

Ilahii.....
jadikan kami diantara orang yang Kau pilih..
untuk pendamping dan kekasihMu...

yang Kau ikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasihMu..
yang Kau rindukan untuk datang menemuiMu..
yang Kau ridhokan (hatinya) untuk menerima qodhoMu..
yang Kau anugerahkan (kebahagiaan) melihat wajahMu
yang Kau limpahkan keridhoanMu..
yang Kau lindungi dari pengusiran dan kebencianMu.
yang Kau persiapkan kedudukan shidiq disampingMu..
yang Kau istimewahkan dengan makrifatMu
yang Kauarahkan mengabdi padaMu..
yang Kau tenggelamkan hatinya dalam iradahMu..
yang Kau kosongkan dirinya untukMu
yang Kau bersihan hatinya untuk
( diisi) cintaMu
yang Kau bangkitkan hasratnya akan karuniaMu
yang Kau ilhamkan padanya mengingatMu
yang Kau dorong padanya mensyukuriMu
yang Kau sibukkan dengan ketaatan padaMu
yang Kau jadikan dari makhlukMu yang sholeh..
yang Kau pilih untuk bermunajah padaMu
yang Kau putuskan daripadanya segala sesuatu
yang memutuskan hubungan denganMu

yaa Alloh
jadikan kami diantara orang orang yang kedambaannya adalah mencintai dan merindukanMu..
nasibnya hanya merintih dan menangis
dahi dahi mereka sujud karena kebesaranMu
mata mata mereka terjaga dalam mengabdiMu.
airmata mereka mengalir karena takut padaMu..
kalbu kalbu mereka terpesona dengan kehebatanMu..

wahai Yang cahaya kesucianNya bersinar dalam pandangan para  pecintaNya..
wahai Yang kesucian wajahNya membahagiakan hati para pengenalNya
wahai Kejaran kalbu para perindu
wahai Tujuan cita para pecinta
Aku memohon cintaMu
Dan cinta orang yang mencintaiMu..
Dan cinta amal yang membawaku kesampingMu

Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selainMu
Jadikan cintaku padaMu membimbingku pada RidhoMu..
Kerinduanku padaMu mencegahku dari maksiat padaMu
Anugerahkan padaku memandangMu..
Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang
Janganlah palingkan wajahMu dariku
Jadikan aku dari penerima anugerah dan karuniaMu
Wahai pemberi ijabah
Yaa Arhamarrohimiin

Dikutip:
Dari rintihan ahli bait nabi....

By : aya iforbia

Jumat, 03 Agustus 2012

pesan sang buaya

Disebuah  sungai yang cukup lebar disebuah hutan raya
hiduplah beberapa ekor buaya.
Sementara tak jauh dari hutan itu juga beranak pinak kera kera yang kadang menjadi mangsa para buaya .Tentu itu adalah kera yang sial ketika bermain terlalu dekat kesungai & atau tercebur dari batang pohon yang banyak menjulur ke atas sungai
Disuatu siang yang disertai angin yang bertiup kencang  tampaklah beberapa buaya muda bercakap cakap , dalam percakapan itu dibahas tentang strategi untuk memangsa kera kera yang tampak asyik bermain main diatas pohon yang dahannya menjulur diatas sungai.
beberapa buaya memprediksi bahwa saat ini akan terjadi angin yang bertiup sangat kencang .Tentu pada saat itu banyak kera kera yang akan tergelicir roboh, apalagi disertai kemunculan beberapa buaya yang secara serentak ,tentu akan mengakibatkan kera kera itu bertambah panik dan kemungkinan untuk jatuh ke sungai menjadi lebih besar.

Mendengar uraian itu tampak seekor buaya tua tertawa kemudian pergi dia hanya berkomentar pendek..bahwa buaya buaya itu akan gagal..lebih baik mereka tidur saja. Buaya buaya muda itu tak menggubris ucapan itu bahkan mereka beranggapan bahwa buaya tua itu malas bahkan mereka dengan sombongnya menjanjikan hanya akan memberi oleh oleh kakek buaya itu ekor kera yang terpendek.
Tanpa peduli lagi terhadap si buaya tua..para buaya muda itu berangkat berburu. Mereka mengendap endap dibawa air didekat pohon dimana banyak kera sedang bermain. Dan benarlah dugaan mereka angin bertiup begitu kencang ditambah kemunculan mereka yang mendadak para kera itu begitu panik , mereka berpegangan dengan erat pada batang dan dahan pohon..ketika angin mereda kera kera itu beranjak pergi dari pohon itu sambil mengejek para buaya itu dan melempari buaya itu dengan buah atau ranting pohon. Dengan geram para buaya itu pergi dan kembali kesarang mereka. Sesampai disarangnya mereka disambut buaya tua itu dengan senyuman yang mengejek.
Beberapa hari kemudian. Ketika suasana siang hari yang tenang dan angin bertiup semilr buaya tua tampak bergerak pergi..buaya buaya muda yang melihatnya bertanya akan kemana buaya tua itu pergi..Dengan kalem buaya tua itu menjawab bahwa ia akan berburu kera dan ia yakin akan mendapatkan mangsa. Mendengar jawaban itu tertawalah para buaya muda..mereka beranggapan dalam suasana angin yang kencang dan dalam keadaan kera itu panik saja mereka gagal mendapatkan mangsanya apalagi ini dalam keadaan yang tenang. Buaya tua itu berlalu seolah tak mendengar cemooh buaya buaya muda itu.
Sampailah buaya itu dipermukaan sungai ia melihat banyak kera asyik bermain diatas pohon yg dahannya menjulur kesungai..buaya tua bersembunyi dibawah air sambil mengawasi kera kera itu. Tak lama kemudian beberapa kera tampak asyik duduk bersandar pada batang pohon. Rupanya angin yang bertiup sepoi sepoi itu membuat mereka mengantuk..dan tertidurlah beberapa kera itu. Tak menunggu lama terjatuhlah seekor kera yang tertidur itu kedalam sungai. Buaya tua tak menyia nyiakan kesempatan itu disambarlah kera yang malang itu . Setelah kenyang memangsa si kera , buaya tua itu pulang dan membawa ekor kera itu untuk ditunjukkannya pada buaya buaya muda.
Buaya -buaya muda itu tercengang ketika melihat ekor kera yang masih berdarah . Mereka tak berani lagi meremehkan buaya tua.
Rupanya buaya tua itu memahami bahwa ketika kera kera itu dalam kesulitan atau terancam mereka lebih waspada...tetapi ketika dalam suasana yang tenang yang menyenangkan maka kewaspadaan itu akan mudah hilang. Sama halnya kadang dengan kita manusia yang begitu mudah lupa ketika berada dalam keadaan yang lebih nikmat atau menyenangkan..:-Q


By : iforbia